About

Monday, 4 July 2016

Nikmati KOPI di bukit banowati watukumpul- pemalang

Ini baru pertama kali saya explore wat. Fikirku hanya daerah yang kumpul,biasa dilewati kala mau ke daerah moga. Perjalanan ini saya lakukan dengan teman yang suka explore. Berdua kita melakukan ekspedisi ke bukit banowati daerah watu kumpul. Dengan modal motor matic dan semangat kita berangkat agak pagi. Hal ini untuk antisipasi biar tidak kesasar atau terlalu lama mencari tempatnya. Belum ada yang tahu soalnya bukit banowati nya. Dari arah kota kita langsung menuju ke selatan sampai ke daerah pertigaan watu kumpul yang arah kiri jalan, terus masuk. Saya kira daerah watu kumpul lumayan kecil tapi pas diputer-puter ini daerah lumayan luas juga. Daerah yang udaranya sejuk dan pemandangan yang indah membuat saya bener-bener kaget. Dalam hati kemana saja saya selama ini.hahahah… lumayan juga dalam pencarian tempat explore kali ini. sampai juga daerah yang masih kawasan bukit banowatinya. Tapi kita sedikit ragu yang mana arah menuju kesitu. Lalu Tanya kepada warga setempat untuk mendapatkan info tentang bukit itu. Didapatlah info dari warga. Kalau mau ke bukit banowati ada dua jalur.dan saya memilih jalur yang dekat. Tapi jalannya terlalu extrim untuk dilalui. Awalnya sech saya fikir hanya bebatuan biasa yang nanjak dan bisa lah buat dilalui. Lets goooo….!! Buat warga setempat terima kasih atas info yang sangat membantu. Bismillah kita jalan lewat jalur yang terdekat. Di awal trek masih aman untuk dilalui motor matic yang saya bawa. Trek tanah yang panjang diganti dengan sedikit batu yang nanjak. Sesekali tegur sapa dengan warga setempat dan cari tahu tentang bukit banowati. Suasan mulai sepi..dan kita pun terus jalan dengan trek yang semakin sulit. Pas papasan dengan warga yang pakai motor bebek dia bertanya : mau kemana mas..?ke bukit banowati pak. Owh masih lumayan jauh jalannya pun parah ntar dituntun saja motor nya. Wah dalam hati sudah gak beres nich trek nya. Dan akhirnya…jeng..jeng. apa yang diceritakan oleh bapak tadi bener.dan susah banget trek nya buat jalan sepeda motor. Kontur jalan yang gelembung dan bebatuan yang tajem serta samping kanan seperti jurang, saya memutuskan untuk turun dari motor. Ini mungkin awalnya jalan diaspal berhubung sering hujan dan kontur tanah di perbukitan yang tidak rata menjadikan jalan ini begitu parahnya. Sebenarnya ini jalan buat jalur warga melakukan aktifitas. Istirahat sejenak ditengan perjalanan sambil menikmati keindahan huutan pinus. Perjalanan pun dilanjut dan bertemulah dengan sekelompok ibu-ibu yang sedang jalan membawa hasil panennya. Sapa ibu tersebut dan Tanya, kalo bukit banowati arah nya kemana ya? Itu mas dibelakang bukit yang tinggi itu. Masih jauh kah…ya bentar lagi.jawab si ibu. Muka si ibu pun penuh tanda Tanya sambil menyuguhkan pertanyaan kepada saya dan teman. Mau ngapain kesana ? dari mana emang adik-adik adik ini? hati-hati ya kalo kesana. Langsung jleb saat pertanyaan terakhir terdengar. Sambil bilang matur suwon kita pun langsung jalan. Dan ibu-ibu itu agak sedikit heran dengan perjalanan ku menuju bukit banowati itu. Akhirnya trek yang lumayan menantangberakhir juga. Dan dipertigaan jalan kita berhenti da nisi bensin yang mau habis. Ada sekelompok pemuda yang lagi kumpul diwarung. Isi bensin dan Tanya lagi rut eke bukit banowati. Lurus saja mas sampai ada sekolah smp terus parkir motor didepan sekolah saja motornya. Oke mas terima kasih.
Sampailah kita didepan smp tersebut. Sepi yang terlihat tidak ada warga satupun hanya beberapa motor parkir didepannya. Wah kalo parkir motor disini kayanya ketar ketir juga sech. Kita cari rumah yang bisa buat parkir motor itu jauh lebih aman. Kita pun jalan beberapa meter dari sekolah ke arah pemukiman warga setempat. Bertemulah dengan seorang bapak, dan saya minta tolong bisa nitipin motor saya. Emang mau kemana dek ?kebukit banowati pak. Dan motor diaprkir si bapak tadi mengantar saya dan temen saya ke arah jalan bukit banowati. Sesampai nya di jalur trek bukit tersebut si bapaknya banyak cerita tentang sejarah bukit banowati. Dan mengarahkan jalan yang harus dilalui menuju bukitnya. Sayang bapaknya tidak bisa mengantar ke sampai puncak.karena ada kerjaan yang penting.katanya sech kalo gak ada kerjaan bakal diantar sampai puncak.
Bismillah trekking dimulai Cuma dua orang. Cuaca sedikit mendung mengkawatirkan juga soalnya gak bawa jas hujan. Tanah yang sedikit basah membuat jalan licin. Wah ini salah kostum nich…hahaha. Sepi sepanjang perjalanan dan tumbuhan yang lebat sedikit menutup jalan treknya. Ditengah perjalanan kita sedikit bingung dengan arah yang bercabang. Ternyata jalan yang kita lalui buntu dan balik lagi ke arah yang satu nya buntu juga. Ini kayanya nyasar dach..tidak ada petunjuk jalan. Akhirnya diatas ketemu seorang ibu yang lagi mencari kayu. Minta petunjuk jalan ke bukit banowati, si ibu pun menunjukan arahnya. Dan ikuti apa yang ibu tunjuk jalannya. Menyusuri jalan ditengan pohon yang sedikit gatel dan tanpa petunjuk jalan pula. Ditelusuri jalan kok semakin gak beres nich jalan. Semakin deket dengan jurang. Dan kita pun memutuskan untuk balik lagi dan tidak bisa melanjutkan perjalannan tersebut. Dalam hati ini pasti kesasar bukan jalan menuju ketempat tersebut. Dari pada kita gak dapat apa yang kita tuju kita mengalihkan ketempat yang masih sama satu kawasan dengan bukit banowati untuk menikmati pemandangan.





Tempat yang baru kita injak ini memberikan warna tersendiri dan rasa beda dalam menikmati. Pasang hammock dan menikmati secangkir kopi dan disuguhi pemandangan serta view kota pemalang yang luar biasa. Selang beberapa menit datang lah rombongan explorer dari pemalang juga empat orang. Mereka gabung dengan saya. Dan dengan cerita yang sama pula, tidak ketemu bukit banowatinya. Akhirnya kita rame rame menikmati apa yang ada. Dan ini lebih istimewa. Heheheh
Kabut mulai tebal dan menyerang kita pun segera bergegas pulang.




Kali ini perjalanan mengajarkan. Jika yang kau tuju tidak kau dapatkan, jangan memutuskan untuk berhenti terus berjalan hingga menemukan hal baru yang lebih indah dari yang kau bayangkan.

Karena kita hanya berencana Tuhan lah yang menentukan. 

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More